Berita


Informasi

Sapardi dan Literasi Kita

24 Jul 2020

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

(Aku Ingin, Sapardi Djoko Damono)


Siapa yang tidak kenal dengan puisi Aku Ingin Sapardi Djoko Damono di atas? Penyair dan maestro sastra Indonesia Sapardi Djoko Damono telah berpulang, namun karya-karyanya tetap hidup. Puisi-puisinya selalu menggugah serta menginspirasi pembaca. Estetika Sapardi Djoko Damono sederhana, namun jejak-jejak estetikanya dapat dilihat dari penyair generasi setelahnya, seperti pada Joko Pinurbo, serta M. Aan Mansyur.

Puisi-puisi Sapardi Djoko Damono dimusikalisasikan oleh banyak kelompok musik, di antaranya AriReda. Puisi Hujan Bulan Juni telah diadaptasi ke novel oleh Sapardi Djoko Damono sendiri, kemudian dialihwahanakan ke dalam film dengan sutradara Hestu Saputra. Karya-karya Sapardi Djoko Damono selalu hidup, serta terus menginspirasi pembaca dengan sihir katanya.

Jumat, 24 Juli 2020 pada Serambi Literasi FLI 2020 akan menjadi saksi terus hidupnya karya-karya Sapardi Djoko Damono lewat diskusi bertajuk “Sapardi dan Literasi Kita”. Narasumber pada diskusi Serambi Literasi FLI #2 adalah orang-orang dekat Sapardi Djoko Damono, baik secara karya maupun secara pergaulan. Seperti, Maman Suherman, Penulis/Penasehat Forum TBM Indonesia, Ibnu Wahyudi, Dosen FIB UI, Linda Christanty, Sastrawan. Narasumber ini akan membahas karya-karya Sapardi Djoko Damono dari kacamata narasumber dengan latar belakang yang berbeda. Diskusi ini menarik untuk disaksikan, karena akan melihat sudut pandang lain dari orang-orang terdekat Sapardi Djoko Damono.

Diskusi akan dimoderatori Firman Hadiansyah, Ketua Forum TBM Indonesia yang juga sebagai mahasiswa Sapardi Djoko Damono, dilaksanakan pukul 18.30 – 20.30 WIB lewat aplikasi Zoom serta live di Youtube Donasi Buku Kemendikbud.

Bagikan :