Berita


Informasi

Rumah Baca Cahaya Ilmu: Menebar Cahaya untuk Panjalu

10 Feb 2019

Dibangun dengan kesederhanaan tiga tahun lalu, Rumah Baca Cahaya Ilmu Panjalu, Ciamis, Jawa Barat, kini menjadi magnet bagi pelajar dan masyarakat. Setiap hari, tak kurang dari 50 orang datang untuk membaca atau melakukan kegiatan literasi lainnya. Secara regular, dalam sebulan, rumah baca ini juga menerima kunjungan dari PAUD dan sekolah dasar formal di sekitar Panjalu.

Tujuh hari dalam seminggu, Rumah Baca Cahaya Ilmu Panjalu, yang berlokasi di Dusun Pabuaran, RT 03 RW 03 Desa Panjalu Kecamatan Panjalu Kab. Ciamis, ini nyaris tak pernah sepi pengunjung. Apalagi dengan jam operasional dari pukul 8.00 hingga 17.00 memang masyarakat memiliki keleluasaan waktu untuk berkunjung.

Angka 50 pengunjung merupakan angka minimal. Maklum saja jika pada waktu libur atau Minggu, yang datang untuk membaca buku dan berbagai kegiatan literasi lainnya bisa mencapai 2 sampai tiga kali lipatnya.

“Kalau malam saya luangkan waktu untuk mengajar ngaji dan selanjutnya istirahat. Tetapi biasanya sehabis magrib ada saja yang memaksa datang untuk membaca. Apalagi kalau malam Minggu, banyak yang datang,” tutur Rossy Nurhayati, pengelola dan pendiri Rumah Baca Cahaya Ilmu Panjalu.

Mampu menumbuhkan minat dan ketertarikan warga sekitar, lanjut Rossy, bukan perjalanan yang mudah bagi Rumah Baca Cahaya Ilmu. Apalagi pada awalnya, Rumah Baca Cahaya Ilmu Panjalu adalah perpustakaan di rumah pribadinya yang didirikan pada 22 September 2013 yang kemudian menjadi Rumah Baca yang dapat digunakan oleh umum. Tentu saja dengan koleksi awal merupakan buku dan majalah milik pribadi dari hasil membeli. Meski demikian, Rossy optimistis upaya dirinya mengembangkan Rumah Baca Cahaya Ilmu tidak akan sia-sia bila di jalani dengan kesabaran dan ketawakalan kepada Allah SWT.

“Langkah itu dilakukan untuk mengajak masyarakat terutama anak-anak PAUD agar terbiasa membaca,” kata Rossy seraya menyatakan Rumah Baca Cahaya Ilmu Panjalu ini dikelola secara sederhana dan mandiri olehnya dengan dukungan keluarga. Ia menambahkan, target mengajak anak-anak usia PAUD untuk datang lambat laun terwujud. Kini di Rumah Baca Cahaya Ilmu Panjalu pada pagi dan sore anak-anak banyak yang datang dan beraktivitas dari mulai membaca, menggambar, bercerita atau yang lainnya. “Bahkan, setiap bulannya selalu ada kunjungan dari PAUD atau madrasah diniyah yang ada di sekitar Panjalu,” tambahnya.

Perkembangan minat baca dan kegiatan literasi yang cukup menjanjikan tentu saja. Apalagi niat mengembangkan rumah baca yang diwujudkan Rossy berawal dari keprihatinanya kepada anak-anak di lingkungan rumahnya mengisi waktu hanya untuk bermain tanpa manfaat. “Saat itu di lingkungan tempat tinggal saya, anak-anak banyak menghabiskan waktu dengan bermain game sampai berjam-jam,” katanya seraya menambahkan, berangkat dari keprihatinan tersebut walaupun saat itu dirinya menderita Leukimia stadium empat, terinspirasi untuk mendirikan rumah baca “Cahaya Ilmu” bagi anak-anak tersebut.

Beragam Kegiatan Penunjang

Hadir menjadi magnet dunia literasi di Panjalu, menurut Rossy, sangat membanggakannya. Karena itu, untuk menjaga dan meningkatkan keterlibatan masyarakat, terutama anak-anak, Rumah Baca Cahaya Ilmu Panjalu menggelar berbagai perlombaan seperti menggambar dan melukis Situ Lengkong Panjalu beberapa bulan lalu dengan tema “Alamku Inspirasiku”. Hebatnya, pesertanya pun membludak hingga mencapai 1.400 yang juga datang dari luar Kecamatan Panjalu.

Menurut Rossy, kelahiran Ciamis, 22 September 1979 ini, meski pada awal berdiri, diniatkan Lillahi Ta’ala dan karenanya tidak ada promosi khusus hanya dari mulut ke mulut saja, namun seiring berjalannya waktu, akhirnya hampir seluruh Panjalu tahu. Ia pun merasa tertantang untuk lebih meningkatkan kiprah serta peran Rumah Baca Cahaya Ilmu Panjalu. Dan dengan berbagai pengembangan, pengunjung pun datang dari berbagai kalangan, dari mulai anak-anak Paud, TK, RA, SD, SMP, dan SMA. Bahkan ada juga mahasiswa dan masyarakat biasa. “Alhamdulillah tiap hari selalu ramai yang menjadi bukti antusiasme dan dukungan masyarakat,” katanya.

Di samping itu, Rossy juga memang sangat bersemangat menularkan minat baca bagi masyarakat di Panjalu. Pada hari Senin sampai Rabu, misalnya, ia pergi ke sekolah-sekolah untuk bercerita sambil membawa buku. Tak kurang dari 18 lembaga yang ia kunjungi. Kamis sampai Sabtu ada di rumah baca untuk mengajar anak-anak membaca. Kalau hari Mingu pagi menggelar buku di Alun-alun Panjalu. Alhamdulillah respons dari masyarakat sangat baik.

“Jadi hari Minggu itu ibu-ibunya olahraga senam kalau anak-anaknya saya asuh sambil membaca. Selain itu juga, saya pernah menyelenggarakan event seperti lomba mewarnai dan lomba bercerita tentang sejarah Panjalu baik tingkat kecamatan maupun kabupaten,” paparnya.

Semetara terkait koleksi buku, menurut Rossy, selain membeli sendiri, ada juga teman-teman yang membantu menyumbangkan buku. “Pokoknya setiap saya ke Bandung untuk berobat pasti menyisihkan untuk membeli buku, anak-anak tahunya setelah dari Bandung pasti bawa oleh-oleh buku,” ujarnya. Ia menambahkan, khusus anak-anak biasanya lebih menyukai buku-buku cerita bergambar dan kisah para nabi.

Sementara untuk ibu-ibu, lanjut Rossy, yang paling disukai itu buku resep masakan. “Untuk peternakan dan pertanian juga ada. Jumlahnya 4.000 buku lebih, tetapi sekarang ada yang belum mengembalikan yang dipinjam itu 900 buku,” katanya yang juga mengaku, yang terakhir ia mendapat buku bantuan dari Perpustakaan Ciamis.

Bagi khalayak yang ingin berbagi, Rumah Baca Cahaya Panjalu memang sangat terbuka. Siapa saja boleh berpartisipasi demi kemajuan anak bangsa baik itu menyumbang buku bacaan, alat tulis, gambar, dan perlengkapan lainnya termasuk uang juga. Menurut Rossy, bantuan dapat disampaikan langsung atau melalui paket pos ke alamat  Rumah Baca Cahaya Ilmu Panjalu, Dusun Pabuaran No. 74 Rt. 03 Rw. 03 Desa Panjalu, Kec. Panjalu Kab. Ciamis 46264. “Atau lebih bagusnya lagi datang langsung ke Rumah Baca Cahaya Ilmu Panjalu sekaligus berkunjung dan melihat langsung sarana dan prasarananya,” kata Duta Baca Kabupaten Ciamis pada 2014 ini.

Bagikan :