Berita


Informasi

Pencanangan GIM dan Kampung Literasi Lombok Utara: Mengangkat Budaya dan Kehidupan Masyarakat

10 Feb 2019

Peresmian Kampung Literasi dan Gerakan Indonesia Membaca Kabupaten Lombok Utara tak hanya berlangsung meriah dengan dihadiri  2000 orang, namun juga sarat makna, karena pada perhelatan akbar ini, tuntutan dukungan untuk keberlanjutan GIM dari Kanak Pecinta Baca Lombok Utara diakomodasi oleh Bupati Lombok Utara yang saat itu hadir.

Selain pencanangan GIM yang berlangsung sukses, pelaksanaan Kampung Literasi juga dihidupkan dengan beragam kegiatan literasi yang berakar pada budaya dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Hal itu di antaranya terlihat dari kegiatan yang disebut Silaq Batur. Kegiatan mingguan ini berupa senam bersama ibu-ibu sambil menggelar lapak buku. Agenda lainnya seperti bedah buku mingguan dan juga dipadu dengan kegiatan sosialisasi kesehatan, lingkungan dan sebagainya. Kegiatan ini juga melibatkan berbagai elemen seperti Bhayangkari, Gabungan Organisasi Waninta (GOW), dan lain sebagainya. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaring keterlibatan warga dan semua elemen masyarakat dalam mengembangkan kampung literasi.

Keberadaan Berugaq di tengah masyarakat diangkat sebagai salah satu ikon kegiatan Kampung Literasi melalui kegiatan yang dinamai Berugaq Baca. Berugaq adalah salah satu bangunan tradisional Suku Sasak yang berfungsi sebagai tempat berkumpul keluarga, sebagai ruang tamu dan ruang untuk duduk bersama membahas masalah baik yang sifatnya sosial kemasyarakatan. Melalui program ini, Berugaq bisa diisi dengan kebiasaan membaca. Setidaknya ada 5 Berugaq Baca. Kelima Berugaq yang dipilih adalah yang selama ini ramai didatangi remaja dan anak-anak. Penyelenggara Kampung Literasi mempersiapkan rak buku dan bahan bacaan yang disesuaikan dengan kebutuhan. Selain itu, juga disiapkan sarana pojok baca berupa kotak buku yang disebar ke masing-masing RT.

Pencanangan GIM dan Kampung Literasi Lombok Utara

Kegiatan berikutnya adalah pengembangan literasi budaya melalui pembentukan Sekaha Gamelan Bini. Kampung Literasi Prawira Lombok Utara mengembangkan kegiatan literasi budaya dengan membentuk kelompok kesenian tradisional gamelan dan tari tradisional sasak. Kegiatan ini dalam rangka menjaga dan melestarikan kesenian tradisional.

Untuk meningkatkan kualitas hidup, Kampung Literasi juga menyediakan pelatihan keterampilan. Di antaranya pelatihan menulis tahap I. Pelatihan ini mendorong anak-anak mengenali potensi diri di bidang kepenulisan, belajar teknis menulis yang baik dan menyenangkan. Pelatihan lainnya, pengembangan ekonomi kreatif perempuan dan pembentukan kelompok Mother Lombok, kegiatan ini bekerjasama dengan Kementerian Keuangan Malaysia yang mengirimkan lima orang relawan internasional yang digaji untuk melatih ibu-ibu mengolah bahan pangan lokal agar memiliki citarasa tersendiri dan produknya mampu merambah pasar internasional. Program ini berlangsung dari Agustus sampai Desember 2017.

 

Bagikan :