Berita


Informasi

Pembelajaran Keaksaraan Dasar di Suku Tengger

28 Feb 2019

Suku Tengger tinggal di sekitar Gunung Bromo. Menempati sebagian wilayah Kabupaten Pasuruan, Lumajang, Probolinggo, dan Malang.

Sebagian besar masyarakat Suku Tengger belum peduli pada pendidikan. Berkah tanah yg subur membuat mereka enggan sekolah. Kondisi inilah yg mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan pendekatan untuk mengubah pola pikir masyarakat terhdap pendidikan. Salah satu program yg dijalankan adalah Keaksaraan Dasar Komunitas Adat Terpencil.

Salah satu fokus pada program ini adalah pembelajaran 6 literasi dasar. Seperti pada video berikut ini, peserta didik sedang asyik mengikuti pembelajaran literasi numerasi.

Literasi numerasi adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan berbagai macam angka dan simbol-simbol yang terkait dengan matematika dasar untuk memecahkan masalah praktis dalam berbagai macam konteks kehidupan sehari-hari dan menganalisis informasi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk (grafik, tabel, bagan, dsb.) lalu menggunakan interpretasi hasil analisis tersebut untuk memprediksi dan mengambil keputusan.

Secara sederhana, numerasi dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mengaplikasikan konsep bilangan dan keterampilan operasi hitung di dalam kehidupan sehari-hari (misalnya, di rumah, pekerjaan, dan partisipasi dalam kehidupan masyarakat dan sengikbagai warga negara) dan kemampuan untuk menginterpretasi informasi kuantitatif yang terdapat di sekeliling kita. Kemampuan ini ditunjukkan dengan kenyamanan terhadap bilangan dan cakap menggunakan keterampilan matematika secara praktis untuk memenuhi tuntutan kehidupan. Kemampuan ini juga merujuk pada apresiasi dan pemahaman informasi yang dinyatakan secara matematis, misalnya grafik, bagan, dan tabel.

Bagikan :