Berita


Informasi

Membangun Literasi Masyarakat

09 Feb 2019

Literasi merupakan keterampilan yang wajib dikuasai oleh masyarakat abad 21. Ada enam komponen yang harus dikuasai, yaitu baca-tulis, numerik, sains, digital, finansial, serta budaya dan kewargaan. Untuk mengimbangi laju abad yang berlari ini, masyarakat juga harus memiliki karakter dan menguasai kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, kolaboratif, dan percaya diri.

 

Untuk mendorong masyarakat Indonesia menguasai keterampilan tersebut, pada 2016 Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas meluncurkan Gerakan Indonesia Membaca (GIM) dan Program Kampung Literasi (KL)

Gerakan Indonesia Membaca

Gerakan Indonesia Membaca (GIM) diselenggarakan secara lintas sektoral dengan melibatkan lembaga swasta, organisasi sosial, kemasyarakatan, keagamaan, satuan pendidikan nonformal, TBM dan forum-forum mitra dinas pendidikan. GIM merupakan langkah kolaboratif antara pemerintah dan seluruh komponen masyarakat dalam penyediaan sarana dan prasarana serta proses pembelajaran menuju masyarakat yang memiliki budaya baca dan tingkat literasi yang baik. Pelaksanaan GIM yang berkesinambungan dan menjangkau daerah-daerah di Tanah Air pada akhirnya diharapkan menciptakan masyarakat pembelajar sepanjang hayat. Sejak digulirkan pada 2015, Direktorat Bindiktara telah menyelenggarakan Gerakan Indonesia Membaca di 55 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, ini belum termasuk penyelenggaraan di tahun 2018 yang akan diselenggarakan di 10 kabupaten/kota. Sampai dengan tahun 2018, Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan telah berhasil mencanangkan 64 GIM di kabupaten/kota di berbagai wilayah Indonesia.

Kampung Literasi

Kampung Literasi merupakan kawasan yang didesain untuk meningkatkan minat baca dan menjaga geliat literasi masyarakat terus berdenyut. Kawasan ini menjadi tempat lahir dan tumbuhnya simpul masyarakat yang literat

Untuk membentuk Kampung Literasi, sebuah kawasan harus memenuhi standar minimal sebagai berikut:

  1. Ada lembaga yang bersedia mengelola. Lembaga ini harus memiliki prasarana memadai
  2. Memiliki kemitraan dengan berbagai pihak yang mendukung penyelenggaraan KL
  3. Tersedia layanan informasi berupa buku dan non-buku
  4. Memiliki program layanan keterampilan
  5. Mengembangkan minimal dua dari enam literasi dasar

 

Dengan mengusung prinsip “Dari, oleh, dan untuk masyarakat”, Kampung Literasi didesain sebagai tempat untuk mengembangkan beragam aktivitas literasi yang diprakarsai masyarakat, lembaga, organisasi, pemerintah serta tokoh setempat. Ada beragam bentuk kegiatan di Kampung Literasi, mulai membaca dan bercerita, menulis sejarah kampung, bermain hitung-hitungan dan angka, mengenali lingkungan sekitar, mengenali fenomena alam, pengenalan hidup sehat, menggunakan perangkat komputer, pelatihan jurnalistik, memanfaatkan teknologi untuk wirausaha, mengenal jasa keuangan dan investasi, membangun koperasi bersama, mengenal transaksi keuangan elektronik, rembuk budaya lokal, gelar budaya.

Sampai dengan 2019 Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan telah mendorong terbentuknya 104 Kampung Literasi di berbagai penjuru Indonesia.

 

Keberhasilan Program Kampung Literasi dan Gerakan Indonesia Membaca tak lepas dari dukungan masyarakat// Masyarakat/ individu dapat bergerak bersama dengan menjadi relawan literasi sekaligus Sahabat Literasi/ mengerahkan segala daya demi mewujudkan masyarakat Indonesia pembelajar sepanjang hayat //

Bagikan :