Berita


Informasi

KOMUNITAS 1001BUKU, Menyebarkan Virus Literasi Sampai ke Pelosok Negeri

08 Oct 2019

Tidak banyak komunitas yang berbasis relawan bertahan sampai belasan tahun. Apalagi dengan tugas berat memikul amanah orang-orang baik yang ingin berbagi khususnya dalam hal literasi. Namun komunitas ini terus melakukannya. Bahkan kini usianya menginjak 17 tahun. Kiprah yang tidak sebentar untuk terus bertahan terutama di era kaum muda yang semakin tak peduli lagi dengan buku. Inilah komunitas 1001buku!

Komunitas 1001buku merupakan organisasi nirlaba yang bergerak di bidang literasi dan menjadi jaringan relawan dan pengelola taman bacaan anak. 1001buku melakukan berbagai penguatan taman-taman baca anak yang membuka akses baca untuk anak-anak Indonesia, mulai dari pendistribusian buku, pengembangan kapasitas, penyediaan platform, kampanye kerelawanan dan minat baca, memfasilitasi kegiatan-kegiatan dan berbagai riset literasi anak. Mengapa lebih fokus ke anak-anak?

“Visi dan misi kami dari awal memang ke sana,” ujar Muhammad Akbar, pengurus 1001buku. Selain itu, papar Akbar, karena komunitas 1001buku ingin menanamkan pondasi ke anak-anak. Sebab menurutnya agak sukar sekarang mengajak orang-orang dewasa untuk membaca. “Kalau orang-orang dewasa sudah punya kesibukannya masing-masing. Tapi anak-anak angat mudah kita ajak dan kita arahkan,” kata Muhammad Akbar yang lebih 5 tahun menjadi relawan yang mengurusi pendistribusian buku di komunitas 1001buku ini.

Lebih lanjut Akbar menjelaskan, berangkat dari keprihatinan atas kurangnya keterseidaan akses atas bahan bacaan bagi anak-anak Indonesia, 1001buku melakukan pengumpulan dan pendistribusian bahan bacaan anak. Tidak sampai di situ, komunitas ini juga memberikan saran-saran pengembangan kreativitas anak di masyarakat. Sejalan dengan perkembangannya, 1001buku juga memfasilitasi penguatan taman-taman bacaan anak yang tergabung dalam Jaringan Taman Bacaan Anak 1001buku.

Pada tahun 2006, 1001buku resmi menjadi sebuah Yayasan, dengan tetap berbasiskan komunitas relawannya sebagai roda penggerak kegiatannya. Keterpaduan bentuk ini membuat 1001buku diyakini dapat membuat 1001buku memiliki bentuk tanggung jawab yang lebih baik kepada masyarakat, tanpa harus kehilangan fleksibilitasnya sebagi komunitas yang berbasiskan relawan.

Sepanjang perjalanannya, ratusan taman bacaan anak di pelosok Nusantara telah terlayani, tumbuh dan berganti. Puluhan ribu buku bacaan telah dinikmati oleh anak-anak Indonesia. Ribuan relawan telah mempunyai kesempatan saling menularkan semangat kepedulian memajukan anak-anak Indonesia yang kerap kali terpinggirkan.

“Ada yang tumbuh menjadi taman baca yang lebih bagus, pengelolaannya profesional, dan berkembang baik. Namun tidak sedikit juga taman baca jaringan kita yang tumbang dan tutup,” uja Fadillah.

Menurut Fadillah, ummumnya mereka tutup karena pendanaan yang konsisten dan kurangannya relawan. “Sebab, pengelolaan taman baca berbasis relawan juga butuh dana untuk opersional,” ujar Fadillah yang memberikan contoh tutupnya sebuah taman baca di Riau Kepulauan karena setiap kali melaut harus keliling dengan perahu membutuhkan bensin.

Sejarah 1001buku
Komunitas 1001 buku didirikan pada bulan Mei 2002 oleh Upik Djalins, Ida Sitompul dan Santi Soekanto. Tiga perempuan ini sangat prihatin atas terbatasnya akses sebagian besar anak Indonesia pada buku berkualitas. Komunitas 1001buku lahir dengan harapan bahwa kontribusinya dapat membantu taman-taman bacaan anak komunitas mengantarkan ribuan buku untuk anak-anak; buku-buku yang akan membawa anak-anak itu menuju 1001 imajinasi laiknya kisah 1001 malam.

“Itu makanya diberi nama komunitas 1001buku. Karena kita ingin anak-anak memiliki mimpi dan imajinai yang tidak terbatas,” ujar Fadila.

Setelah berkiprah dalam bentuk Komunitas berbasis relawan selama hampir 4 tahun, pada Oktober 2006, 1001buku memantapkan diri untuk berbadan hukum sebagai Yayasan agar menjadi institusi yang lebih profesional, bertanggung jawab dan bertanggung gugat terhadap masyarakat sambil tetap mengakomodasi bentuk keunikan Komunitas 1001buku yang berbasis relawan. Setelah melalui berbagai macam pasang surut, Yayasan 1001buku akhirnya terbentuk secara resmi pada tahun 2012.

Taman Baca Anak
Salah satu layanan inti dari 1001buku adalah pemberian dukungan dan pembinaan ke taman bacaan anak yang ada di seluruh Indonesia, dengan melakukan pengembangan kapasitas dan menyalurkan bahan bacaan sumbangan masyarakat secara reguler.

Jaringan Taman Bacaan Anak 1001buku merupakan sebuah wadah bagi beragam taman bacaan swadaya masyarakat untuk saling memberi dalam mewujudkan misinya. Komunitas 1001buku berkomitmen untuk memfokuskan diri dalam memberikan pembinaan melalui berbagai kegiatan untuk menggiatkan anggota jaringan. Tiap taman bacaan dapat mendaftarkan diri untuk bergabung, dan bersama-sama melangkah maju bersama 1001buku.

Selain itu, sejak Oktober 2014 Komunitas 1001buku juga mengembangkan sebuah taman baca kecil di Rumah 1001buku, tempat kegiatan kerelawanan komunitas dipusatkan.

Penggalangan Buku
Penggalangan buku adalah salah satu cara pengumpulan buku dari publik dengan ditempatkannya kotak-kotak (Book Drop Box) atau disingkat BDB di berbagai lokasi strategis. Book Drop Box di lokasi tertentu dikelola oleh seorang atau lebih relawan yang bekerja atau berdiam di sekitar lokasi tersebut. Seluruh Book Drop Box dikelola sepenuhnya oleh relawan-relawan yang menjadi bagian dari organisasi bernama 1001buku.

Buku yang berhasil dikumpulkan dari seluruh BDB akan selanjutnya diproses dengan kegiatan Sort-Pack-Distribute (SPD) yang dilakukan secara berkala oleh 1001buku.

“Kalau tidak kita sortir banyak buku-buku yang tidak bermanfaat. Malah ering kita menemukan buku-buku pelajaran atau buku yang ejaannya tidak lagi dipahami oleh anak-anak sekarang. Kan sayang kalau jadi sampah. Padahal biaya pengirimannya juga tidak kecil,” ujar Fadillah.

Sampai saat ini komunitas 1001buku terus mendistribusikan buku-buku ke jaringan taman baca atau ke taman baca-taman baca baru. “Rata-rata kita mengirimkan 15 sampai 25 boks buku yang masing-masing berisi 100 sampai 120 buku,” ungkap Akbar.

Selain penggalangan buku melalui Book Drop Box Komunitas 1001buku juga menerima sumbangan buku-buku mayarakat secara pribadi mau lembaga. Buku-buku tersebut secara kontinu akan didistribusikan ke taman-taman baca di seluruh nusantara. Ada pun buku-buku yang diterima oleh 1001buku dengan syarat buku-buku tersebut layak baca secara fisik, buku-buku tersebut layak baca oleh anak: tidak mengandung pornografi, kekerasan, hasutan, dan sebagainya.

Pada akhirnya, buku-buku sumbangan masyarakat akan sampai ke taman-taman bacaan yang ada di seluruh nusantara.

Kampanye Literasi
Kampanye Literasi dan Minat Baca merupakan salah satu bentuk aktivitas 1001buku dalam usahanya mencapai misi 1001buku untuk membuat anak-anak Indonesia gemar membaca. Ketersediaan bahan bacaan bukanlah jaminan bahwa seorang anak akan terbuka matanya akan keindahan dunia yang disajikan oleh pelangi yang ditawarkan oleh buku-buku yang melimpah. Dengan demikian, sesekali 1001buku ikut serta baik secara aktif dalam menggiatkan kebiasaan membaca untuk anak Indonesia.

Dalam kaitannya dengan kampanye literasi, 1001buku juga melakukan kampanye untuk menumbuhkan kerelawanan di bidang literasi, agar masyarakat Indonesia senantiasa peduli dan bersama-sama menyisihkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk meningkatkan literasi Indonesia.

“Dulu kita menyediakan waktu dan tempat untuk memberi pelatihan pada relawan-relawan dari berbagai daerah. Namun kita kasihan mereka harus keluar biaya datang ke Jakarta. Sekarang kita yang datang ke mereka kalau mereka mengundang,” ujar Akbar.

1001buku acap kali juga ikut serta dalam event-event yang diadakan oleh para sponsor dan rekanan. Pameran-pameran, acara-acara CSR perusahaan, atau bahkan kegiatan-kegiatan kecil penguatan relawan, merupakan sarana yang pernah digunakan 1001buku untuk senantiasa membuka mata masyarakat betapa pentingnya budaya baca bagi anak Indonesia serta menyadarkan pentingnya semangat kerelawanan agar menjadi budaya hidup di Indonesia.

Rumah 1001buku
Rumah 1001buku merupakan sebuah taman baca yang dikelola langsung oleh Komunitas 1001buku. Bertempat di sebuah rumah yang ditempati untuk melakukan berbagai kegiatan 1001buku, Rumah 1001buku tadinya berfungsi sebagai sekretariat dan tempat penyimpanan buku-buku sumbangan masyarakat sebelum disortir dan didistribusikan ke taman-taman baca di seluruh Indonesia. Mengingat tempat ini selalu menjadi surga buku bagi anak-anak sekitar, maka dibentuklah taman baca yang dinamakan Rumah 1001buku. Sebagai taman baca, 1001buku dibuka untuk umum dan memiliki fungsi khusus melayani anak-anak di sekitar Rumah 1001buku. Rumah 1001buku juga berfungsi sebagai Wadah Koleksi Rujukan Taman Baca Anak di seluruh Indonesia.

Sebagai komunitas dengan jaringan yang terdiri dari lebih dari 800 taman baca di berbagai lokasi di seluruh Indonesia, Rumah 1001buku dalam waktu dekat akan memuat koleksi-koleksi yang dapat menjadi rujukan bagi taman-taman baca anak di seluruh Indonesia.

Selain itu Rumah 1001buku sebagai laboratorium dan tempat bagi divisi Riset dan Pengembangan untuk melakukan berbagai penelitian dan eksperimen literasi. Selain mengemban beberapa fungsi strategis di atas, Rumah 1001buku juga merupakan tempat berkumpul, berkoordinasi, dan berdiskusi bagi relawan 1001buku.

Donasi Finansial
Yayasan 1001buku secara resmi juga menerima donasi finansial yang akan dipergunakan baik dalam sebuah projek yang terdefinisi dalam sebuah Nota Kesepahaman maupun donasi tidak terikat yang akan dipergunakan untuk mendanai operasional rutin 1001buku yang tiap tahunnya mengirimkan lebih dari 40.000 buku ke seluruh nusantara.

“Rata-rata kita membutuhkan dana 3 sampai 4 juta hanya untuk biaya pengiriman dan distribusi buku,” ungkap Akbar. Dana itu kadang dalam setiap bulannya harus mereka cari. “Kadang waktu mau ngirim paket buku kita “malak-malak” dulu teman-teman di grup whatapps,” aku Akbar. Mekipun kadang tak tentu, selalu saja setiap bulannya pendistibusian buku rutin dilakukan.

Kerjasama Institusi
Sejauh ini 1001buku telah bekerja sama dengan puluhan perusahaan, institusi dan organisasi selama komunitas ini berdiri. Kerja sama ini terbukti dapat memiliki pengaruh yang lebih luas, lebih sustainable, dan menguntungkan kedua belah pihak.

“Sampai saat ini kita tetap membuka diri untuk kerjasama. Jika ada organisasi atau institusi dan tergerak untuk bermitra untuk melakukan perubahan bersama 1001buku, relawan kami akan dengan senang hati berdiskusi,” ungkap Fadilla. []

Bagikan :