Berita


Informasi

Kampung Literasi Bukit Pintar Kabupaten OKU Selatan: Memperkuat Kemandirian

10 Feb 2019

Tinggal di tengah perkebunan kopi dengan akses jalan yang sulit dilalui, memaksa ratusan kepala keluarga di Desa Mekar Jaya Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten OKU Selatan, bekerja keras untuk bertahan hidup. Tak banyak pilihan yang dapat mereka ambil.

Akses jalan tanah yang akan berubah menjadi kubangan lumpur saat hujan mengguyur, membuat mobilitas kerap terhambat. Listrik pemerintah pun belum mengalir ke desa ini. Pun fasilitas pendidikan. Anak-anak di kampung ini harus menuruni bukit untuk bersekolah. Jaraknya yang lebih dari lima kilometer juga menyulitkan mereka.

Namun, di tengah keterbatasan tersebut, warga desa ini tetap memelihara semangat. Bahkan, beberapa persoalan berhasil mereka atasi. Listrik misalnya. Sebagian warga berhasil memanfaatkan aliran sungai di bawah bukit untuk menghidupkan turbin pembangkit listrik. Sejak beberapa tahun lalu, desa ini pun terang saat malam tiba.

Soal pendidikan, beberapa warga desa yang memiliki pendidikan tinggi, berinisiatif mendirikan MTs untuk anak-anak. Selain formal, warga juga membuka Taman Bacaan Masyarakat. Karena lokasinya yang berada di puncak bukit, TBM ini dinamai Bukit Pintar. Kehadiran TBM ini menjadi oase ilmu bagi warga. Beragam jenis buku yang disediakan TBM menjadi hiburan sekaligus sumber wawasan bagi warga.

Kampung Literasi Bukit Pintar Kabupaten OKU Selatan

Kondisi ini pula yang mendorong Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Ditjen PAUD dan Dikmas menetapkan TBM Bukit Pintar sebagai penyelenggara Kampung Literasi tahun 2017.

Menjawab kepercayaan ini, pengelola TBM Bukit Pintar kian memperkuat program TBM yang mereka selenggarakan, mulai dari Pelatihan Menulis untuk Anak, Menulis Sejarah Kampung, dan Dolanan Anak, serta berbagai lomba literasi yang melibatkan warga, sebagai bentuk apresiasi, pemenang lomba dan karya hasil pelatihan ditampilkan pada Gebyar Gebyar Kampung Literasi, pada 24 September 2017, yang dihadiri pejabat dinas pendidikan kabupaten dan Kasi Budaya Baca Direktorat Pembinaan Pendidikan dan Kesetaraan, M. Alipi.

Di siang yang terik, ratusan warga mengenakan pakaian terbaik mereka datang ke perhelatan. Selain sarasehan dan diskusi, gebyar juga dimeriahkan kesenian tradisional Jaranan yang dimainkan pemuda desa. Kehadiran Kampung Literasi di desa tersebut, menjadi semacam penguat kemandirian warga dalam menghadapi hidup.

Bagikan :